Anak usaha Telkom ungkap rencana akuisisi terhadap tiga perusahaan

PT Metranet, anak usaha PT Telkom Tbk, berencana mengakuisisi tiga perusahaan pada semester kedua tahun ini. Strategi non-organik ini ditempuh demi mengembangkan kinerja perseroan yang kini menjadi holding company Telkom di bisnis digital.

Setyo Budianto, Direktur Pengembangan Bisnis Metranet, menjelaskan pihaknya mengincar tiga perusahaan yang bergerak di sektor financial technology, konten video, dan game. Strategi akuisisi ini dilanjutkan, setelah keberhasilan perseroan mengakuisisi perusahaan financial technology asal Hungaria, Cellum Global Zrt, di semester pertama tahun ini. Saat itu nilai akuisisi terhadap Cellum mencapai US$ 6 juta.

Saat ini Metranet Holding memiliki lima portofolio bisnis, yakni digital content, commerce, big data, digital advertising, dan financial technology. Kontribusi terbesar terhadap pendapatan usaha datang dari bisnis digital content, yakni lebih dari 50 persen. Sebagai holding company, Metranet telah memiliki dua anak usaha, yakni PT Melon Indonesia dan Cellum.

“Kami sudah siapkan capital expenditure di semester dua untuk rencana akuisisi tersebut,” ujar Setyo yang ditemui usai peluncuran layanan mobile Oona TV di Jakarta.

Oona TV

Kemarin, Metranet meluncurkan layanan baru; Oona TV, untuk memperkuat bisnis konten digitalnya. Oona TV merupakan layanan over the top (OTT) berupa konten TV dan video on demand (VOD) yang ditawarkan secara gratis dengan cara diakses melalui smartphone OS Android dan iOS. Saat ini Oona TV memiliki 150 konten.

Saat ini jumlah pelanggannya mencapai satu juta hanya dalam tempo satu. Hingga akhir tahun ini, ditargetkan jumlah pelanggan layanan Oona TV naik menjadi dua juta pengguna.

Widi Nugroho, Chief Executive Officer Metranet, sebelumnya menyatakan layanan Oona TV hadir untuk memenuhi hiburan generasi milenial. Di era inovasi seperti sekarang, kustomer berubah. Begitu juga dengan kebutuhannya seperti kebutuhan mengonsumsi hiburan.

“Oona TV, aplikasi mobile inovatif yang menghadirkan pendekatan baru dan didesain efektif untuk menduukung gaya hidup digital. Aplikasi ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama generasi millenial, terhadap hiburan dan informasi aktual yang dapat diakses di mana pun dan kapan pun secara mudah dan praktis. Dengan dukungan kecerdasan buatan (AI), menjadikan Oona TV menjawab kebutuhan dunia usaha melakukan promosi secara efektif dan tepat sasaran. Meski baru tahap awal peluncuran, jumlah pengunduh Oona hingga kini mencapai satu juta dan 75 persen merupakan pengguna aktif per bulan,” ujarnya.

Dia menegaskan, Oona TV tidak tumpang tindih dengan produk eksisting Telkom, seperti Indihome. Sebab ada pelanggan Indihome yang hanya berlangganan internet, sehingga kebutuhan hiburannya idle. Kemudian riset kami menyebutkan pengguna di rumah tangga sebagian besar mengakses hiburan dari smartphone. Inilah yang menguatkan kami mengembangkan layanan Oona TV.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.